"Masyarakat atau keluarga korban silakan datang saja pusat krisis yang ada di Bandara Halim Perdanakusuma atau Soekarno-Hatta, atau ke RS Polri (Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur) yang jelas sudah ada jenazah," tutur Hendra di Jakarta, Selasa (30/10) seperti dikutip dari Antara.
Pria yang merupakan Kepala Kantor SAR DKI Jakarta ini pun meminta doa dari masyarakat agar proses evakuasi dan pencarian korban bisa berjalan dengan cepat dan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak menutup kemungkinan masih banyak jenazah terperangkap di dalam badan pesawat yang jatuh di sekitar perairan Karawang, Jawa Barat itu.
Untuk pencarian badan pesawat sendiri diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dengan penggunaan perangkat sonar dan geosurvei yang telah dikirimkan Senin malam.
"Kalau sudah ditemukan, untuk mencari kotak hitam juga tidak terlalu sulit karena pasti tidak jauh dari badan pesawatnya," ujar Hendra.
Pada evakuasi hari pertama, pihak Lion Air mengatakan telah ada 24 kantong jenazah korban.
Sementara proses evakuasi hari kedua pada hari ini dimulai pukul 06.00 WIB di Tanjung Priok. Prioritas utama pada evakuasi jenazah.
Kapal-kapal dari TNI AL dilengkapi sonar yang bisa mendeteksi puing atau serpihan pesawat.
Selain di Tanjung Priok, evakuasi korban juga dilakukan di Karawang, Jawa Barat, tepatnya di Perairan Karawang. (wis/dea)