James tiba sekitar pukul 09.25 WIB di markas lembaga antirasuah yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Putra taipan Mochtar Riady itu mengenakan kemeja biru dengan balutan jas hitam. Selepas turun dari mobil James langsung bergegas menuju lobi Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).
James tak menjawab pertanyaan para wartawan yang menunggu di pelataran Gedung KPK. Dia hanya menganggukkan kepala, sembari terus berjalan dengan diapit tiga petugas kepolisian, dan pihak keamanan KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
James hari ini bakal diperiksa sebagai saksi untuk sembilan tersangka suap pengurusan izin proyek Meikarta. Dia diduga tahu mengenai proses pengajuan izin megaproyek hunian masa depan itu kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.
Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
(fra/kid)