Amien menyambangi markas antirasuah untuk bertemu pimpinan KPK pada Senin (29/10). Dia menanyakan kasus yang menjerat Taufik, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PAN. Namun, upaya itu gagal.
"Tidak akan terganggu dengan adanya pihak-pihak siapapun yang datang ke KPK ini untuk mempengaruhi proses penyidikan yang dilakukan oleh KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua murni adalah adanya bukti permulaan, adanya dua alat bukti dan itu murni adalah dilakukan oleh penyidik," ujarnya.
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah) ditemani oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono (kanan) dan Ketua PA 212 Slamet Maarif (kedua kiri) saat mengunjungi gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (29/10). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
"Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan langsung dicekal, jadi Anda, Agus Rahardjo hati-hati, dunia berputar," kata Amien.
Namun saat tiba di markas KPK, Amien gagal bertemu Agus Rahardjo Cs. Meskipun demikian, mantan Ketua MPR itu menyatakan bahwa KPK tak angker. Amien pun berencana datang kembali ke Gedung KPK.
KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka suap terkait perolehan anggaran DAK Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN Perubahan tahun anggaran 2016, senilai Rp100 miliar. Taufik diduga menerima Rp3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.
Setelah penyerahan uang itu, dalam pengesahan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp93,37 miliar. DAK itu direncanakan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen.
(fra/arh)
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah) ditemani oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono (kanan) dan Ketua PA 212 Slamet Maarif (kedua kiri) saat mengunjungi gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (29/10). (