Hasil pengecekan visual ke titik yang dideteksi KRI Rigel tersebut, ternyata tim tak mendapatkan bangkai pesawat dimaksud, melainkan bangkai sebuah kapal.
Setidaknya ada ada empat penyelam yang diterjunkan untuk mengecek langsung temuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil foto di bawah air, objek tersebut merupakan bangkai kapal dan bukan bagian dari pesawat Lion Air yang dicari.
Tim selam pun bergeser ke spot atau titik kedua tersebut. Sejauh ini, ada dua titik diduga lokasi bangkai pesawat Lion Air JT-610 yang didapati KRI Rigel.
Sebelumnya, pada titik pertama tim selam diterjunkan karena KRI Rigel mendeteksi objek yang dicurigai bagian dari pesawat Lion Air JT-610 di kedalaman 32 meter. Berdasarkan informasi, objek yang diperiksa para penyelam itu memiliki panjang 22 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi sekitar 10 meter.
Sebelumnya, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya sudah mendapatkan titik terang koordinat jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.
"Titik terang adanya dugaan kuat adalah bagian dari fuselage (badan pesawat) JT-610 itu sudah ditentukan koordinatnya," kata Hadi di Pelabuhan JICT, Jakarta Utara.
Hadi mengungkapkan sejumlah peralatan dan kapal sudah dikerahkan untuk mengecek titik koordinat jatuhanya pesawat itu.
"Namun belum diyakinkan bahwa itu adalah bagian dari fuselage dari 610. Untuk itu, dari KRI Rigel termasuk dari geosurvey saat ini kami fokus pada satu titik," kata dia soal misi pencarian dan evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610 di Laut Karawang tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(dis/kid)