Menurutnya, pernyataan Amien yang menyindir kasus Taufik usai gagal bertemu dengan Agus terlontar lantaran menanggapi pertanyaan wartawan di Gedung KPK ketika itu.
"Kami yang ikut dalam diskusi pada pagi hari di MPR hingga akhirnya berangkat ke KPK itu satu paket rencana dan tidak ada orang terpikir untuk [membahas] kasus Taufik. Cuma, waktu selesai acara ada wartawan mancing," kata Marwan saat dihubungi CNNIndonesia.com via sambungan telepon, Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan kedatangan Amien ke KPK merupakan respons atas pernyataan Agus yang mempersilakan Amien, yang merupakan mantan Ketua MPR itu, untuk datang.
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Kenapa sampai perlu langsung ke pimpinan KPK? Ini banyak kasus tebang pilih, operasi tangkap tangan. Tapi yang besar, merugikan negara puluhan triliun tidak pernah dilanjutkan," katanya, yang merupakan mantan anggota DPD itu.
Contohnya, kata dia, dugaan korupsi dalam proses divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang menyeret nama eks Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).
"Kami tidak mau jadi negara yang cuma teriak keadilan dan hukum tapi praktik tidak adil. Kalau sudah kena punya duit dan kuasa hukumnya jadi tidak jalan," tutur dia.
Sebelum datang ke KPK, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memperingatkan Agus Rahardjo dan berencana untuk menemuinya, di gedung KPK, Senin (29/10) siang ini.
Wakil Ketua DPR yang juga kader PAN Taufik Kurniawan. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan langsung dicekal, jadi Anda, Agus Rahardjo, hati-hati, dunia berputar," cetus Amien saat berorasi dalam acara Menuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi Pejabat-pejabat Tinggi Negara' di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/10).
(mts/arh)
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 2016. (
Wakil Ketua DPR yang juga kader PAN Taufik Kurniawan. (