NU-Muhammadiyah Janji Tangkal Ancaman Perang Saudara

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 05:12 WIB
NU-Muhammadiyah Janji Tangkal Ancaman Perang Saudara Silaturahmi PBNU dengan PP Muhammadiyah. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengatakan pihaknya bersama Pengurus Pusat Muhammadiyah berjanji akan selalu menjaga suasana di masyarakat khususnya umat Islam agar tetap kondusif.

NU dan Muhammadiyah akan menjaga Indonesia dari ancaman disintegrasi bangsa dan perang saudara. Hal itu diutarakan Said usai bersilaturahmi ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah pada Rabu malam (31/10).

Menurut Said, hal itu memang kewajiban NU dan Muhammadiyah selaku organisasi bercorak Islam tertua di Indonesia.


"NU dan Muhammadiyah berkewajiban, meski tidak diperintah siapapun, terpanggil berkewajiban mengawal ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniah," ucap Said saat konferensi pers usai pertemuan.


"Mari kita jaga itu semua. Karena jika tidak, maka ancaman disintegrasi, ancaman perang saudara itu ada," lanjutnya.

Said mengamini selama ini sering ada gesekan antara umat Islam akibat suatu kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

Namun, kata said, semua itu mudah diredam dan cepat selesai. Tidak seperti di Timur Tengah yang mana terjadi perang saudara selama puluhan tahun. Dia bersyukur Indonesia tidak mengalami kondisi demikian.

"Kita alhamdulillah tidak seperti itu. Bahkan ada masa seperti ini yang lebih kita banggakan dari Timur Tengah. mari kita jaga," kata Said.

Tidak ketinggalan, Said mengucapkan terima kasih kepada PP Muhammadiyah karena telah menyambut dirinya dan anggota PBNU lainnya.


Dia mengatakan silaturahmi berjalan dengan penuh suasana keakraban dan kekeluargaan.

Di tempat yang sama, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengutarakan hal senada. Pertemuan, kata Haedar, mendiskusikan bagaimana menjaga kebersamaan. Apalagi, katanya, saat ini sudah masuk tahun politik.

"Bagaimana merekatkan kebersamaan di tubuh bangsa kita di tengah tahun politik yang memang juga menjadi bagian dari kita sebagai hajat dari bangsa," ucap Haedar.

Haedar menegaskan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam tertua di Indonesia. Keduanya juga turut berperan dalam perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan di masa silam.

Karenanya, menurut Haedar, NU dan Muhammadiyah memiliki kewajiban untuk menjaga persatuan, khususnya di kalangan umat Islam.


"Kita juga ingin ada suasana kondusif. Jadi itulah semangat kami tadi bersilaturahmi," ujar Haedar.

Sejumlah anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersilaturahmi Mereka yang hadir antara lain Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen Helmy Faishal Zaini, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas serta beberapa anggota PBNU lainnya.

Suasana akrab nampak saat sejumlah anggota PBNU tiba. Mereka langsung disambut oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Sekretaris Umum Abdul Mu'ti dan sejumlah anggota PP Muhammadiyah lainnya. (bmw/end)