Dahnil mengaku turut meramaikan tagar #500HariNovelDiserang di media sosial sebagai pengingat bahwa negara atau aparat keamanan masih belum bisa menemukan pelaku atau aktor penyerang Novel.
Menurut Dahnil, hal tersebut sengaja dikemukakan agar masyarakat mengetahui masih banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di rezim Joko Widodo yang tak kunjung berani untuk diungkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahnil menilai seharusnya Jokowi bisa membuat kasus Novel sebagai prioritas karena Novel adalah simbol pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika sampai hari ini Jokowi masih bungkam dan tak kunjung mau membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus Novel, maka janji Jokowi dalam tugas pemberantasan korupsi dipertanyakan.
Lebih lanjut, Dahnil membalas kritikan pihak-pihak yang menilai Jokowi tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kasus Novel. Dahnil mengaku banyak pihak yang menyindir pihak oposisi selalu menyalahkan Jokowi dalam berbagai hal, termasuk kasus Novel.
Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil, ramaikan tagar 500 hari Novel diserang. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu mengungkit janji Jokowi yang akan memimpin langsung pemberantasan korupsi. Selain itu, imbuh Dahnil, Jokowi adalah seorang kepala negara dan pemerintahan yang memiliki tanggung jawab terhadap kasus hukum di negeri ini.
"Jadi mereka harus ingat janji Jokowi soal pemberantasan korupsi itu. Jelas berkaitan dengan Novel. Kalau tidak mau dialamatkan ke Jokowi, ya enggak usah jadi presiden lagi," ucap Dahnil menyindir.
Permintaan pembentukan TGPF kasus Novel kepada Jokowi sudah pernah disampaikan aktivis yang tergabung dalam koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. Pembentukan TGPF juga diminta oleh KPK dan Novel pribadi.
Namun Jokowi berkilah ia akan membentuk TGPF jika Kapolri Tito Karnavian sudah menyerah mengusut kasus Novel. Hingga hari ini, Jokowi belum memberikan keterangan terbaru apapun soal masa depan kasus Novel.
[Gambas:Twitter] (dal/dea)
Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil, ramaikan tagar 500 hari Novel diserang. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)