Hal ini disampaikan Idrus saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap kasus proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/11).
Permintaan itu, kata Idrus, disampaikan Eni saat berkunjung ke kantor Kotjo di Graha BIP, Jakarta pada Juni 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menteri Sosial ini juga mengaku pernah meminjamkan uang pada Eni. Saat itu Idrus mengaku sedikit kesal karena sedang tidak punya banyak uang.
"Saya enggak punya uang, saya bukan pengusaha. Dia pinjam uang, akhirnya saya berikan apa adanya, Sin$ 18 ribu. Ini harusnya untuk berobat," ucapnya.
"Saya tidak tahu karena tidak pernah tanya Bu Eni, saya juga tidak pernah tanya Pak Kotjo apa perannya Bu Eni," katanya.
Dalam perkara ini, Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources (BNR) didakwa menyuap Eni dan Idrus senilai Rp4,75 miliar.
Suap itu diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Mulut Tambang Riau-1. Proyek tersebut rencananya dikerjakan oleh PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI), China Huadian Engineering Company Ltd, dan BNR. (pris/osc)