"Saya berharap rekan-rekan polisi besok tidak perlu berlebihan," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/11).
Hidayat meyakini peserta aksi sudah memenuhi aturan dan benar-benar datang untuk membela tauhid. Sehingga polisi tidak perlu khawatir berlebihan.
Hidayat pun meminta peserta aksi menjaga tujuan dan tidak membuat keributan. "Jadi karena itu saya berharap rekan-rekan besok juga memposisikan diri dalam posisi ini," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang mengatasnamakan Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U), memastikan tetap turun pada Aksi Bela Tauhid Jilid II yang digelar Jumat (2/11). Aksi rencananya terpusat di halaman depan Istana Negara, Jakarta.
Aksi Bela Tauhid besok merupakan lanjutan dari aksi yang telah digelar Jumat (26/10). Bernard mengklaim jumlah massa aksi yang akan hadir besok mencapai 10 ribu orang.
Aksi Bela Tauhid digelar sebagai bentuk protes atas aksi pembakaran anggota Banser NU yang membakar bendera hitam bertuliskan Tauhid. GP Ansor telah menegaskan bahwa bendera yang mereka bakar adalah bendera simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (swo/gil)