Tes CPNS Palembang Kacau, Ombudsman Minta Tes CAT Diulang

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 20:23 WIB
Tes CPNS Palembang Kacau, Ombudsman Minta Tes CAT Diulang Peserta mengikuti ujian Tes Seleksi Kompetesi Dasar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyelenggaran tes Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Palembang, Sumatera Selatan kacau dan tidak berjalan optimal akibat ketidaksiapan komputer yang hendak digunakan oleh para peserta tes CPNS.

Ombudsman RI perwakilan Palembang merekomendasikan agar tes CAT CPNS diulang.

Sebanyak 3.300 dari 4.125 peserta tes CPNS di Palembang tidak bisa mengikuti tes CAT akibat 825 perangkat komputer yang digunakan untuk penyelenggaran tidak berfungsi. Hal tersebut terungkap usai Ombudsman RI melakukan pengawasan terhadap tes yang diselenggarakan selama empat hari tersebut.


Koordinator Pengawasan Tes CPNS Sumsel 2018 Hendriko mengatakan, pada Sabtu (27/10) lalu, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI menyelenggarakan tes CAT CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM di Dinning Hall, Jakabaring Sport City, Palembang untuk 4.125 peserta yang terbagi dalam lima sesi.

Namun akibat ketidaksiapan vendor penyedia perangkat komputer rekanan BKN, pada hari itu tes hanya bisa diselenggarakan kepada 825 peserta.

"Dijanjikan sekali tes 825 peserta yang harusnya ikut dalam sesi pertama. Tapi ternyata ada trouble dari BKN sebagai penyelenggara yang menggunakan vendor penyedia komputer, mereka memasang persiapan jaringan listrik sejam sebelum pelaksanaan," ungkap Hendriko, Kamis (1/11).
Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel ini berujar, vendor seharusnya menyediakan perangkat komputer jauh sebelum tes diselenggarakan. Serta ujicoba jaringan dan kelistrikan seharusnya dilakukan maksimal pada H-2 sebelum penyelenggaraan tes.

"Tapi kenyataannya, persiapan komputer baru sehari sebelum. Itu pun komputer yang datang bertahap. Sehari sebelum baru lengkap. Lalu ujicoba jaringan dan kelistrikan diujicoba sejam sebelum," ujar dia.

Sehingga dari direncanakan 825 peserta ikut tes dalam satu sesi, kenyataannya hanya 80-an setiap sesi. Itu pun diselenggarakan dari pagi hingga pukul 21.00 malam hari.

Sementara sesi dua hingga lima yang direncanakan pada hari yang sama, terpaksa dilakukan pada hari Minggu (28/10) hingga Selasa (30/10).

"Disorot dari aspek pelayanan ini jauh dari memuaskan. Karena ada peserta yang jauh-jauh dari Jambi, dari Bengkulu, kan kasihan," kata Hendriko.
Selain itu, pada Sabtu (27/10) Palembang dilanda hujan berangin kencang yang menyebabkan banyak peserta tes CPNS tidak optimal saat mengikuti tes karena kondisi badan yang basah karena kehujanan.

Oleh karena itu, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Ombudsman pusat. Dikatakan Hendriko, pihak BKN dan vendor pun sudah dipanggil ke Ombudsman pusat untuk ditanyai mengenai kendala tersebut.

"Hasil pertemuan itu belum tahu. Kami pun mengajukan tes ulang bagi peserta yang mengikuti tes dalam kondisi badan basah kuyup karena itu tidak optimal kondisinya," jelasnya.

Selain itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumsel pun menerima 15 laporan maladministrasi pengabaian kewajiban hukum dalam tes CPNS di Palembang. Sebanyak dua laporan resmi, sementara 13 lainnya belum resmi karena persyaratan laporan yang belum lengkap.

Hendriko mengatakan dua laporan yang resmi yakni terkait kejelasan formasi CPNS Pemkot Palembang dan kesalahan hasil administrasi pelamar di Kabupaten Banyuasin.

Sedangkan 13 laporan lainnya terkait administrasi, formasi dan sejumlah keluhan lainnya dalam pelaksanaan tes CPNS.
(idz)