Yunus mengatakan, aksi damai memprotes pembakaran bendera beberapa waktu lalu ini ditunda berdasarkan maklumat kesepahaman antara GUIB Jatim dan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur.
"Berdasarkan kesepahaman antara GUIB Jatim dengan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur dalam rangka mengeratkan ukhuwah, menghindari konflik, menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban di Jatim. Dengan ini menyatakan Parade Tauhid untuk Jatim Damai Junjung Tinggi Kalimat Tauhid - Jaga NKRI reschedule," kata Yunus, kepada CNNindonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Abdusshomad Bukhori mengatakan pembatalan aksi Parade Tauhid di Surabaya ini berdasarkan kesepakatan yang memakan pembicaraan panjang.
Menurut dia, pembatalan ini demi menjaga suasana kondusif di Jawa Timur. Dikhawatirkan jika tetap digelar, maka aksil bisa memicu hal yang tak diinginkan. Meski, kata dia, pesan yang disampaikan dalam parade sebenarnya bertajuk kedamaian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengaku sudah mengetahui bahwa aksi ini batal digelar.
"Menurut saya kalau Yunus sudah bilang dibatalkan ya batal itu aksinya," kata Barung.
Padahal sebelumnya, kata Barung, pihak Polda Jatim telah mengantongi surat pemberitahuan.
"Surat pemberitahuan namanya, sudah diajukan, kan hanya memberitahukan saja kalau aksi. Polisi wajib mengamankan," kata dia, Kamis (1/11). (frd/dea)