Ketika Jokowi keliling pasar, seorang pedagang mendadak nyeletuk dan memberi tahu bahwa dirinya berasal dari Boyolali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar ucapan itu, Jokowi langsung tersenyum. "Oh, Boyolali..." kata Jokowi.
"Kalau saya di Ngemplak," ucap Jokowi menggunakan bahasa Jawa.
Boyolali tengah ramai dibicarakan, termasuk di media sosial. Topik ini berawal dari pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa hari lalu.
Saat itu, Prabowo menyatakan Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah. Ia kemudian menyebutkan beberapa hotel, salah satunya Ritz Carlton.
"Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?" tanya Prabowo.
"Betul," jawab masyarakat Boyolali yang menjadi pendengarnya.
"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini, betul?" kata Prabowo lagi.
Pernyataan itu berujung polemik. Banyak pihak tidak terima orang Boyolali diidentikkan dengan orang susah. Pidato ini bahkan dilaporkan seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) ke Polda Metro Jaya karena tersinggung dan terhina atas ucapan Prabowo soal 'tampang Boyolali'.
Media sosial pun menggaungkan #SaveMukaBoyolali di linimasa Twitter. Tagar #SaveMukaBoyolali menembus trending di Twitter dengan jumlah cuitan 55 ribu sampai Jumat (2/11). (chri/chs)