Deklarasi itu dihadiri langsung calon presiden nomor urut 02 Prabowo dan sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi seperti Djoko Santoso, Eggi Sudjana, Eddy Soeparno, dan Priyo Budi Santoso.
"Jangan lupa ini tanggal 4 November 2018, bahwa dua tahun lalu tanggal 4 November 2016, telah terjadi tragedi dalam Aksi Bela Islam 411 di depan Istana," kata Rizieq dalam rekaman suara yang diperdengarkan di pelataran GOR Soemantri, Jakarta, Minggu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rizieq mengatakan peserta aksi juga mengalami tindak kekerasan dari aparat keamanan dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
"Ayo mari saat ini kita dengarkan kembali bagaimana rintihan umat Islam, bagaimana doa mereka ketika itu mohon pertolongan Allah SWT untuk menghancurkan rezim yang zalim," ujarnya yang dilanjutkan pemutaran rekaman suara suasana aksi dan pembacaan doa ketika itu selama kurang lebih 3-4 menit.
"Kini ayo, dengan semangat aksi 411 dan aksi 212 kita tenggelamkan partai pendukung penista agama tanpa terkecuali. Siapapun calon mereka dalam pilpres maupun pileg 2019," katanya.
"Saya ingin tanya kepada semua yang hadir di sini, jawab yang kompak, jawab yang penuh semangat. Semuanya, semua, siap lawan partai pendukung penista agama? Siap lawan mereka? Siap tidak memilih mereka? Siap tenggelamkan mereka? Takbir, takbir, takbir!" pekik Rizieq yang diikuti suara siap dan takbir dari peserta deklarasi. (swo/osc)