"Tujuh penumpang yang berhasil diidentifikasi melalui DNA, sidik jari, dan data medis," kata Kepala DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11), dikutip Antara.
Usai identifikasi ini, jenazah akan langsung diserahkan ke keluarga korba, Penyerahan jenazah pada sanak keluarga akan dilaksanakan petang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Janry Efriyanto Sianturi. Laki-laki berusia 26 tahun dengan alamat di Perum Puri Masurai II Kelurahan Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi ini berhasil diidentifikasi melalui DNA dan medis.
Karmin. Alamat di Jalan Kenanga Koba, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Lelaki berusia 68 tahun ini diidentifikasi melalui DNA.
Harwinoko. Laki-laki berusia 54 tahun yang diidentifikasi melalui DNA ini beralamat di Jalan Palayu Raya, Tegalgundil, kelurahan Bogor Utara, Bogor, Jawa Barat.
Verian Utama, berusia 31 tahun. Alamat di Jalan Tanjung Duren Dalam III, Tanjung Duren Selatan, Grogol Jakarta Barat. Verian diidentifikasi melalui DNA.
Sementara tujuh jenazah korban yang teridentifikasi sebelumnya, yakni Jannatun Cintya Dewi (24), Candra Kirana (29), Monni (41), Hizkia Jorry Saroinsong (23), Endang Sri Bagusnita (20), Wahyu Susilo (31), dan Fauzan Azima (25).
Seperti diketahui, saat hari kecelakaan pada Senin (29/10) pagi, pesawat Lion Air JT610 mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.
Pesawat Boeing 737-300 MAX 8 itu dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat setelah dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 usai lepas landas dari Bandara Soetta, Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung.
(osc/osc)