Namun, usai menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada para habib karena telah diundang menghadiri haul, Prabowo menyatakan tidak akan banyak berbicara. Dia tidak ingin dianggap berkampanye.
"Jadi saya tidak akan panjang lebar karena dibatasi ketentuan peraturan. Saya sudah masuk ke masa kampanye," kata Prabowo di Makam Mbah Priok, Jakarta, Minggu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), Pasal 280 ayat1 menyebutkan bahwa "pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.
Namun, Prabowo memahami warga yang diklaimnya sebagai pendukung.
"Waktu saya masuk, hampir 90 persen kalau nggak lebih, kok angkat tangannya jari dua. Jadi saya tidak mengajak, tapi saya bisa menangkap artinya kemana," lanjut Prabowo.
Kemudian, setelah menceritakan kisah anak buahnya yang gugur di medan perang karena keikhlasan, Prabowo meminta doa restu kepada para peserta haul.
"Saya hanya minta doa restu untuk saya melaksanakan tugas saya. Apapun keputusan rakyat Indonesia, saya akan patuh dan tunduk," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak kepada peserta haul sebagai seorang muslim, untuk bersama menjaga agama dengan selalu menampilkan kesejukan dan perdamaian.
"Islam sering dikabarkan Islam ini adalah keras, Islam ini ekstrim, dan segalanya. Mari Buktikanlah kita ingin damai dan kita bisa memberi perdamaian dan kesejukan. Kita bisa melindungi semua agama, ras, suku," katanya,
Prabowo tidak ingin Islam difitnah, dan digambarkan bahwa islam radikal dan sebagainya.
"Itu permintaan saya," katanya.