"Wong kita surplus jagung, kok impor?" kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/11).
Diketahui, pemerintah melakukan impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 100 ribu ton yang berlaku sampai Desember 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca dari data itu, Dahnil menyebut seharusnya pemerintah tak mengambil kebijakan impor. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu khawatir kebijakan itu akan dimanfaatkan oleh oknum pejabat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memanen jagung BISI-18 saat panen raya jagung di lahan petani binaan PT BISI International Desa Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur, 2016. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif) |
Menurut Dahnil, pemerintah seharusnya bisa memaksimalkan penyediaan kebutuhan pokok, seperti beras, jagung, tebu, hingga garam, agar tak perlu impor.
Pasangan Prabowo-Sandi, lanjut Dahnil, pun bertekad tak akan melakukan impor kebutuhan pokok bila terpilih pada Pilpres 2019. Setelah kebutuhan dalam negeri nantinya terpenuhi, Indonesia bisa menjadi pemasok pangan bagi negara-negara lain.
Sebelumnya, Prabowo berjanji tak akan impor apapun jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019.
Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor baik di bidang pangan hingga energi. Dia berjanji membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memanen jagung BISI-18 saat panen raya jagung di lahan petani binaan PT BISI International Desa Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur, 2016. (