Dia memprediksi polemik akan terus muncul jika kedua capres tidak fokus bicara soal bagaimana memperbaiki perekonomian. Apalagi jika kedua peserta pilpres tersebut menggunakan retorika yang sensasional belaka atau tidak bersifat substansial.
"Wajah sosial media yang rusuh adalah wajah kedua capres kita," ucap Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus didorong untuk terus bicara cara menaikkan pendapatan negara dan menjaga persatuan," ujarnya.
Kedua hal itu menurut dia mesti simultan. Baginya, percuma jika presiden selanjutnya hanya sekadar menjaga persatuan tanpa memperhatikan pemasukan. Begitu pula sebaliknya.
"Pendapatan negara bertambah enggak menjadi penting kalau konflik tinggi dan keadilan hilang," ucapnya.
Walhasil, program atau rencana yang dicanangkan tidak lagi menjadi topik yang dibicarakan. Padahal itu baik bagi masyarakat yang akan memilih pemimpin baru berdasarkan program-programnya.
"Para juru bicara kedua capres berdebat soal mimpi mereka sendiri," ucap Andi.
(bmw/arh)