"Maksud saya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu," ucap Prabowo, dalam video yang diunggah dalam akun Twitter dan Instagram Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, Selasa (6/11) malam.
"Dan saya siap kalau suatu saat saya mungkin diminta dialog langsung, atau apa, enggak ada masalah, kita baik-baik saja, kita bicara," ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini," ujar Prabowo berseloroh diiringi tawa hadirin.
[Gambas:Twitter]
Prabowo melanjutkan bahwa ucapannya itu hanya bagian dari candaan sekaligus demokrasi yang dinamis. Ia menginginkan hadirin tak bosan dengan pidato yang kaku.
"Demokrasi ya harus dinamis, kalau demokrasi dialogis, kalau enggak boleh melucu, tidak boleh seloroh, tidak boleh joking, tidak boleh bercanda, ya bosan. Tidur lah nanti semua [hadirin], capek mereka, kasihan," ucap dia, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Menurut dia, penggunaan ujaran 'tampang Boyolali' itu merupakan bagian dari solidaritas dan pemahamannya terhadap kondisi masyarakat. Pasalnya, hal yang ia soroti dalam pidato lebih dari 40 menit itu adalah soal kesenjangan ekonomi di masyarakat, di mana kekayaan hanya dinikmati segelintir orang.
"Kalau saya tampang Bojong Koneng terimakasih lah, memang," ucap Prabowo.
Dahnil, yang ada di sisi Prabowo, menambahkan bahwa Bojong Koneng merupakan lokasi tempat tinggal Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor.
(arh/dea)