Munarman mengatakan ada orang yang mendatangi kediaman Rizieq Shihab di Mekkah pada Selasa subuh (6/11). Orang tak dikenal itu, kata Munarman, memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di tembok luar bagian belakang rumah.
"Lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya," ucapnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 mobil jip dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah mengepung kediaman Habib Rizieq dan mencabut bendera tauhid yang ditempel dengan double tape di dinding, kemudian melipatnya dengan rapi diamankan dalam mobil patroli," ucap Munarman.
Ilustrasi bvendera bertuliskan kalimat tauhid. (REUTERS/Beawiharta) |
Tak lama kemudian, istri dan putri Rizieq terkejut mendapati aparat kepolisian telah mengepung rumahnya. Mereka melihat itu melalui jendela atas rumah.
Tanpa pikir panjang, mereka membangunkan Rizieq dan memberitahu keadaan di depan rumahnya.
"Saat terjadi perbincangan antara Habib Rizieq dengan aparat keamanan Arab Saudi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah kediaman beliau, ada orang yang membidik dengan kamera super canggih dari jarak sekitar 40 sampai 50 meter," ucap Munarman.
"Ini diketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari orang yg menjaga rumah Habib Rizieq selama ini," ucapnya.
Sekum FPI Munarman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput beliau untuk dimintai keterangan. Dan Alhamdulillah saat ini beliau sudah dibebaskan," kata Munarman.
Kejanggalan
Munarman menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam insiden ini. Pertama, kata dia, satu jam sejak Rizieq dibawa kepolisian Arab Saudi seorang staf KBRI menghubungi asisten Rizieq.
"Baru beberapa jam kemudian foto di-viral-kan oleh pelaku di grup-grup WA dengan disertai narasi bahwa Habib Rizieq memasang bendera ISIS dan berbagai informasi menyesatkan lainnya," ucap dia.
Kedua, keberadaan kamera CCTV. Munarman mengatakan sebetulnya rumah Rizieq dilengkapi oleh kamera CCTV untuk mengawasi keadaan sekitar rumah. Namun, kata Munarman, kamera itu hilang beberapa saat sebelum bendera tauhid dipasang di tembok rumah Rizieq.
Ilustrasi bendera ISIS. (Astari Kusumawardhani) |
"Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang," kata dia.
Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, diperiksa otoritas Arab Saudi karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah.
KJRI Jeddah juga disebut telah memberikan pendampingan kekonsuleran bagi Rizieq sebagaimana yang selalu diberikan perwakilan RI di luar negeri terhadap seluruh WNI.
(bmw/arh)
Ilustrasi bvendera bertuliskan kalimat tauhid. (
Sekum FPI Munarman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (
Ilustrasi bendera ISIS. (