Salah satu bagian dari black box itu sangat penting bagi KNKT untuk kepentingan investigasi penyebab jatuh pesawat dengan register PK-LQP tersebut.
"Kita dalam rangka pencarian CVR mendukung (dengan) penyelam-penyelam," kata Syaugi dalam konferensi pers di JCIT II, Tanjung Priok, Rabu (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kenapa kita ikut di situ, sering saya sampaikan, karena kita sudah di situ. Kapal sudah dijangkar, penyelam sudah di situ semua, masa enggak kita angkat sekalian?" ujar dia.
"Mereka memang meminta bantuan tim penyelam, kami dukung," ujar Syaugi.
Sebelumnya, Basarnas mengumumkan bahwa pihaknya memperpanjang operasi evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Ini merupakan masa perpanjangan kedua setelah perpanjangan pertama berakhir pada Rabu (7/11) ini.
Namun dalam masa perpanjangan untuk tiga hari ke depan ini, tim dari institusi lain tak akan diturunkan lagi.
Untuk kelanjutan operasi selama tiga hari ke depan, Basarnas memiliki kekuatan 220 orang dan 60 orang penyelam. Sebanyak 40 orang, kata dia, berada di lautan untuk melakukan operasi sementara 20 lainnya berjaga dan siap sedia di posko.
Basarnas akan melanjutkan pencarian di titik lokasi di mana serpihan dan puing pesawat ditemukan, dekat Kapal Victory milik Pertamina, dengan radius 250 meter. Basarnas juga masih akan membuka posko di Tanjung Priok dan Tanjung Pakis, Karawang.