Menanggapi kunjungan tersebut, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membantah Gus Sholah bertujuan untuk membahas arah dukungan nahdliyin setelah salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf Hasyim, bergabung juru bicara pasangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Sandiaga menerangkan kunjungan Gus Sholah bertujuan untuk membahas sejumlah hal terkait ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sandi mengatakan rumusan itu penting untuk meraih suara sekitar 30 persen pemilih yang belum menentukan pilihan politiknya terkait pasangan capres-cawapres hingga saat ini.
"Kami harus hadirkan tawaran lebih menarik daripada yang sekarang sudah disampaikan pemerintah. Kunci kami memenangkan hati dan pikiran dari elektoral, apalagi yang belum punya pilihan mantap," kata dia.
Sandi pun membantah kapasitas Gus Sholah hadir dalam pertemuan tersebut sebagai penasihat ekonomi. Ia berkata, sosok yang menjadi penasihat ekonominya ialah Kwik Kian Gie.
"Beliau (Gus Sholah) beri masukan, tapi bukan penasihat ekonomi. Penasihat ekonomi saya Kwik," katanya
Sandi menambahkan, Gus Sholah juga sempat berdikusi hal tentang ekonomi dengan dirinya yakni terkait anggaran negara dan pengelolaan utang.
Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)