"Sebagian besar harga di pasar mahal, kayak tadi di Pasar Anyar, padahal kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor tempat Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal. Mereka (pedagang) yang ngomong," kata Sandi ditemui di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).
Sandi mengaku telah berkeliling ke seluruh bagian pasar itu untuk memastikan harga di sana memang melambung tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengklaim Pasar Anyar menjadi pasar ke-200 yang telah dia kunjungi selama satu tahun terakhir ini.
Kata dia, di beberapa pasar harga kebutuhan pokok memang stabil, tapi di tempat lain justru melambung tinggi, seperti di Pasar Anyar.
"Saya gak mau berdebat dengan Pak Jokowi soal harga, ya. Memang ada yang murah. Tapi saya juga tak bisa menafikan apa yang tadi disampaikan Uni Zarni ketua paguyuban pasar di Pasar Anyar," kata Sandi
"Tadi Uni bilang harga di sana enggak stabil, kadang naik kadang turun, tanya saja ke dia kalau enggak percaya," ujarnya menambahkan.
Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar, Tangerang. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Sandi kerap menjadikan pasar tradisional sebagai tujuan kampanyenya. Di beberapa pasar dia menyinggung soal stabilitas harga kebutuhan pokok.
Saat berkunjung ke kawasan Parung Panjang, Bogor, 31 Oktober lalu, Sandi bahkan mengklaim harga tempe yang dijual pedagang berbanding terbalik 180 derajat dengan harga yang diklaim Presiden Jokowi ketika menyambangi Pasar Surya Kencana, Bogor, sehari sebelumnya.
Jokowi saat itu menyebut harga tempe stabil. Sementara Sandi tidak merinci harga di kawasan itu. Dia hanya menyebut bahwa merujuk pengakuan pedagang, biaya listrik dan kehidupan sehari-hari juga turut dirasa semakin mahal.
CNNIndonesia.com menggelar reportase di Pasar Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (1/11) pagi, untuk menguji klaim Sandiaga tersebut. Hasilnya, sejumlah pedagang yang ditemui menyatakan harga-harga kebutuhan pokok, termasuk tempe, masih stabil.
"Memangnya tempe harga Rp3.000 kemahalan, ya? Minimal memang segitu," kata Nur. (tst/wis)
Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar, Tangerang. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)