Hadir di Acara Dialog Wiranto, FPI Tak Bawa Kasus Rizieq

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 06:58 WIB
Hadir di Acara Dialog Wiranto, FPI Tak Bawa Kasus Rizieq Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Jakarta, 2017. (REUTERS/Raisan Al Farisi/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam (FPI) memastikan akan hadir di acara dialog kebangsaan yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Jumat (9/11) pagi. Namun, FPI tidak akan akan membawa kasus Imam Besar FPI Rizieq Shihab ke acara tersebut.

Diketahui, Menkopolhukam Wiranto menghelat dialog kebangsaan dengan mengundang sejumlah pimpinan lembaga negara dan ormas Islam dari MUI, PBNU, hingga GNPF Ulama dan FPI, hari ini.

"Kita di undang untuk dialog kebangsaan. Bukan membahas itu," ucap Panglima Laskar Pembela Islam (LPI), yang merupakan sayap Front Pembela Islam (FPI), Maman Suryadi  saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis malam (8/11).


Ia mengatakan LPI dan FPI akan fokus pada tema dialog yakni 'Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa'. Dia mengklaim FPI tidak akan menyinggung kendala Rizieq pulang ke Indonesia karena ada kelompok besar yang memiliki niat buruk terhadap Imam Besar FPI tersebut.

Selain itu, Maman mengatakan FPI dan LPI juga tidak membawa persoalan pemasangan bendera tauhid di rumah Rizieq di Mekkah dalam forum dialog di Kemenkopolhukam.

Senada, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman mengaku menyerahkan kasus Rizieq Shihab ini kepada Tuhan, bukan kepada forum dialog tersebut. Dia menyebut FPI akan mengirim utusan ke acara tersebut. 

Pertemuan Wiranto dengan Rizieq Shihab, beberapa waktu lalu.Pertemuan Wiranto dengan Rizieq Shihab, beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)
"FPI Saat ini fokus membawa masalah ke forum Allah Yang Maha Kuasa, Maha Penolong, Maha Pelindung," ujar Munarman.

Diketahui, Kemenkopolhukam menggelar dialog kebangsaan bertajuk 'Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa', pada pagi hari ini. Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto mengusulkan acara dialog saat maraknya aksi protes pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Dalam pertemuan itu Kemenkopolhukam mengundang sejumlah pimpinan lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Sejumlah pimpinan lembaga negara yang diundang adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulisiyanto, pihak Deputi II Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Metro Jaya dan pimpinan lembaga lainnya.

Selain itu, Kemenkopolhukam juga mengundang 38 pimpinan Ormas Islam yang diundang. Beberapa di antaranya adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua PP Muhammadiyah, serta pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengonfirmasi hal tersebut. Dia akan datang mewakili PBNU.

"Ya hadir," ucap Helmy saat dikonfirmasi.

Ilustrasi bendera tauhid.Ilustrasi bendera tauhid. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Tidak ketinggalan, Kemenkopolhukam pun mengundang sejumlah tokoh Islam. Mereka adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosyada, Din Syamsuddin, Ustaz Abdullah Gymnastiar, Ustaz Arifin Ilham, dan Ustaz Yusuf Mansur.


(bmw/arh)