Pelaku juga menyerang sejumlah polisi yang sedang bertugas. Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengonfirmasi terkait penyerangan tersebut. Namun dia menampik serangan berkaitan dengan kelompok teroris.
"Tidak ada kaitannya dengan teroris," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, Rh turun dari motor dan disapa oleh Brigadir Sihite yang merupakan petugas SPK. Namun Rh langsung menyerang Sihite dengan pisau.
Saat itu, Rh justru mengucapkan kalimat takbir. Dia pun melempar pisau babi yang dibawanya di tangan kiri dan menyerang dengan golok di tangan kanan.
"Pelaku melempar pisau babi yang dipegang di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya sambil menyerang petugas kepolisian dan korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku," ucapnya.
Rachmat melanjutkan, salah satu petugas akhirnya menuju ke belakang ruang reskrim dan ruang PPA. Saat itu tampak Rh sedang mengejar petugas lainnya.
Rh kemudian berbalik arah dan menyerang anggota polisi lainnya yaitu Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto yang ada di ruang PPA dengan teriakan takbir sebanyak dua kali.
"Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang Aipda Dedi dan Aipda Giyarto kemudian Aipda Giyarto berusaha meredam pelaku namun pelaku tetap menyerang dan terus meneriakkan takbir kemudian Aipda Giyarto," tuturnya.
Rachmat mengatakan, Giyarto pun akhirnya memberikan tembakan peringatan. Namun Rh tetap melakukan penyerangan.
"Memberikan tembakan peringatan namun pelaku tidak mengindahkan yang kemudian petugas melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku sehingga golok yang dipegang pelaku terlempar dan pelaku dapat diamankan," ucapnya. (gst/pmg)