Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah motif terorisme melatarbelakangi penyerangan sejumlah polisi di Mapolsek Metro Penjaringan ini.
"Sedang diperiksa pelakunya oleh tim gabungan Densus 88 dan Polda Metro Jaya. Masih didalami dulu latar belakang pelaku agar jelas motifnya," ucap Dedi lewat pesan singkat pada Jumat (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini mengakibatkan satu orang polisi atas nama Ajun Komisaris M. A. Irawan mengalami luka ringan di bagian tangan sebelah kanan
Terpisah, Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar menyatakan terduga pelaku penyerangan, Rh (31), memiliki motif ingin mati akibat depresi setelah penyakitnya tak kunjung sembuh pascaoperasi.
Saat ini Rh menjalani pemeriksaan oleh petugas. Dia mengalami luka tembak di pangkal lengan karena tetap melawan polisi meski telah diberi peringatan.
Polisi membantah penyerangan tersebut berkaitan dengan aksi terorisme. Pria bergolok tersebut sempat mengucapkan takbir saat melakukan aksinya. Polisi menyebut hal itu diucapkan demi menghilangkan rasa takut.
(mts/arh)
Saat ini Rh menjalani pemeriksaan oleh petugas. Dia mengalami luka tembak di pangkal lengan karena tetap melawan polisi meski telah diberi peringatan.
Polisi membantah penyerangan tersebut berkaitan dengan aksi terorisme. Pria bergolok tersebut sempat mengucapkan takbir saat melakukan aksinya. Polisi menyebut hal itu diucapkan demi menghilangkan rasa takut.