"Enggak pernah sebutkan kata BIN, hanya skenario intelijen yang kita sebutkan," ucap Slamet di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (9/11).
Slamet menjelaskan operasi intelijen tidak selalu dilakukan oleh BIN. Bisa saja kelompok lain yang memang menjalankan misi bernuansa intelijen. Dia menampik operasi intelijen yang selama ini diutarakan pihaknya merujuk kepada BIN. Slamet lantas menyinggung BIN yang justru angkat suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya biarkan kepolisian Saudi menyelidiki. Kita tunggu saja," kata slamet.
"Selama ini kerajaan Arab Saudi begitu baik terhadap Habib Rizieq, begitu melindungi, memberikan kenyamanannya. Kelihatannya yang kita lihat, bukan dari pihak kerajaaan saudi Arabia," ucap slamet.
Sebelumnya, Rizieq Shihab sempat diperiksa pihak keamanan setempat. Pemeriksaan dilakukan lantaran ada bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di tembok rumah Rizieq.
Massa FPI. Ilustrasi. Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika |
Sekretaris Umum DPP FPI Munarman kemudian mengatakan bahwa kasus pemasangan bendera di rumah Rizieq sebagai operasi intelijen. Menurutnya, ada tindakan terencana, yakni memasang bendera, kemudian difoto dan disebarluaskan di Indonesia. Dia juga curiga ketika ada foto Rizieq saat diperiksa oleh keamanan setempat.
BIN, melalui juru bicara Wawan Purwanto menyatakan bahwa BIN tidak menganggap Rizieq sebagai musuh negara. Karenanya, BIN mengklaim tidak memiliki kaitan dengan kasus pemasangan bendera di kediaman Rizieq. (bmw/ain)
Massa FPI. Ilustrasi. Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika