Hal ini disampaikan JK saat memberikan sambutan dalam rapat kerja nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia di gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,Jakarta, Sabtu (10/11).
"Khotbah di Malaysia itu tersentralisasi, karena itu pembukaan khotbahnya pertama selalu mendoakan raja. Di kita mana ada mendoakan presiden, selalu malah mengkritik presiden. Nah bahayanya di situ," ujar JK.
Menurut JK, hal itu tak lepas dari perbedaan kepengurusan masjid di Indonesia dan Malaysia. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengatakan pengurus masjid di negeri jiran umumnya berstatus pegawai negeri, berbeda dengan di Indonesia yang diurus masyarakat umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan lain yang mencolok adalah keberadaan kotak amal di masjid. Tak heran, menurut dia, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia.
"Jadi itu karena milik masyarakat. Kita tiap kali ke masjid siapkan duit untuk beramal. Di luar negeri mana ada kotak amalnya, di Malaysia juga tidak ada. Memang begitu harus dermawan kita," jelasnya (agi/agi)