"Contohnya PDIP dengan Jokowi sebagai capres dan Gerindra dengan Prabowo sebagai capres, suara parpol (partai politik) itu sangat tajam. Sebaliknya parpol yang tidak punya capres, suaranya menurun, dan itu realitasnya," kata SBY di hadapan para caleg Partai Demokrat di ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).
Dengan sistem perhitungan yang baru, lanjutnya, memungkinkan perolehan PDIP bersama Jokowi dan Gerindra bersama Prabowo sangat menjanjikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan presidential threshold 20 persen yang mengacu pada hasil suara pemilu 5 tahun yang lalu, Partai Demokrat masih berpendapat undang-undang itu keliru. Kalau serentak, presidential threshold harusnya 0 persen. Jika, 20 persen itu menggunakan suara 5 tahun lalu, kemungkinan partai kecil tidak bisa masuk," ujarnya.
Pembekalan hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan. SBY mengingatkan kepada caleg Demokrat yang hadir mengenai peristiwa pada 10 November di Surabaya.
"Apa yang terjadi 10 November tiada lain adalah menunjukkan tekat dan semangat berkorban baik jiwa maupun raga dari para patriot bangsa untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia," ujarnya.
(din/dea)