"Iya lah (berlebihan). Masa Pak Jokowi mencari pencitraan," kata Ma'ruf saat ditemui di kawasan Campaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11)
Rais Aam PBNU itu turut menegaskan bahwa citra positif yang dimiliki Jokowi saat ini tak bisa dilepaskan dari proses kerja keras dan prestasinya sebagai presiden di periode pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira Pak Jokowi itu bekerja, bekerja, bekerja. Dari kerja itu lahir citra bagus, saya kira konteks itu konsekuensi saja, tapi kerjanya itu yang menimbulkan ada citra yang bagus," ujarnya.
"Tapi niatnya bagaimana membangun kesejahteraan masyarakat. Nah, dari kerja kerja itu kan lahir pencitraan. Jadi bukan membuat pencitraan. Pencitraan untuk apa?" ucap dia.
Ia juga mengingatkan agar Jokowi menunjukkan wibawa sebagai seorang pemimpin dan menunjukkan tanggung jawab dengan tidak membiarkan keadilan diinjak-injak.
"Anda sebagai presiden, Anda punya tanggung jawab yang sangat luar biasa, tegakan keadilan. Jangan selalu Anda hanya fokus kepada pencitraan," kata Rizieq melalui saluran Front TV, di Youtube, Jumat (9/11). (rzr/eks)