Taman Ismail Marzuki Akan 'Didandani' Seharga Rp1 Triliun

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 11/11/2018 10:51 WIB
Taman Ismail Marzuki Akan 'Didandani' Seharga Rp1 Triliun Teater Jakarta di sudut Taman Ismail Jakarta. (commons.wikimedia.org/gunawankartapranata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan proses revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) akan dimulai tahun depan.

"Pembangunan akan dimulai awal tahun depan, Insyaallah akan berjalan dua tahun," kata Anies di kawasan Senayan, Jakarta, pada Minggu (11/11).

Anies menyebut biaya yang dikeluarkan untuk proses pembangunan infrastruktur itu diperkirakan mencapai Rp1 triliun.


Namun dari data usulan biaya revitalisasi TIM yang dilalukan oleh PT Jakarta Propertindo diperkirakan biaya mencapai Rp1,8 triliun.

Biaya itu dibagi untuk dua tahun. Tahun pertama berupa pembangunan gedung baru beserta fasilitas dengan biaya sekitar Rp500 juta.

Dan tahun kedua untuk revitalisasi bangunan yang telah ada dan penataan ruang terbuka hijau dengan biaya sekitar Rp1,3 triliun.

Selain revitalisasi bangunan, sambung Anies, yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana membangun sebuah sistem kebudayaan Jakarta lewat TIM.

"TIM adalah salah satu simpulnya, tapi yang harus jadi ekosistem adalah Jakartanya, Jakarta harus jadi ekosistem budaya," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berkeinginan agar lewat revitalisasi TIM, Jakarta bisa menjadi pusat kebudyaaan yang juga turut serta melahirkan seniman kelas dunia.

"Dan itulah usaha revitalisasi TIM itu bagian dari membawa Jakarta menjadi pusat kebudayaan di Asia," ucap Anies.

Dikutip dari situs resmi PPID Pemprov DKI, Arsitek Revitaliasi TIM Andra Matin mengatakan desain baru nantinya akan mengembalikan konsep dasar saat pertama kali dibangun pada tahun 1968.

Saat itu, lanjutnya, TIM dibangun dengan konsep bangunan yang sangat inklusif, terbuka dan guyub.

"Waktu zaman itu, para seniman tidak ada batasan antara seniman dengan seniman, seniman dengan masyarakat, seniman muda dengan seniman tua. Itu menjadi sesuatu yang kondusif pada saat itu," tutur Andra.

Ia menjelaskan revitaliasi TIM akan dilakukan dalam beberapa tahapan dan dikerjakan kurang lebih dalam kurun waktu empat tahun.

Tahapan pertama, akan dibangun bangunan baru untuk memindahkan semua kegiatan sementara waktu sedangkan bangunan lama akan dipugar.

Kemudian, nantinya lahan parkir menjadi diubah menjadi taman, sebagai gantinya akan dibangun tempat parkir bawah tanah (basement).

Untuk bangunan baru yang saat ini sudah ada seperti Teater Jakarta, kata Andra akan tetap dipertahankan. Selain itu, Planetarium juga akan dipertahankan karena berkaitan dengan sejarah dan fungsinya.

Namun, sambungnya, untuk bangunan bioskop XXI yang ada di kawasan TIM akan dihilangkan.

"Tapi ada satu bagian yang sekarang ada XXI itu akan kami hilangkan dan fungsinya dipindahkan ke gedung baru," kata Andra yang juga arsitek untuk sejumlah area pemukiman dan bangunan komersil di Jakarta.

(dis/ard)