"Momentumnya strategis, Pemilu, Pilpres 17 April. Statemen politik habib Rizieq mudah-mudahan bisa dikumandangkan," kata Eggi di Jakarta, Minggu (11/11).
Reuni 212 menurutnya digelar sebagai bukti persatuan umat islam. Ia menargetkan jutaan orang bisa datang, sama seperti saat aksi 2 Desember 2016 digelar di Lapangan Monas, Jakarta.
Eggi tak membantah kemungkinan ada nuansa politik dalam acara tersebut mengingat tahun ini adalah tahun politik. Menurutnya, dukungan politik adalah hak, bukan kewajiban warga negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, menurutnya belum bisa dipastikan reuni akbar 212 bakal menelurkan sikap politik tertentu. Termasuk kemungkinan mengundang calon presiden Prabowo Subianto yang selama ini dikenal dengan dengan kelompok di belakang aksi 212.
"Belum tentu (ada sikap politik), ini baru maunya saya, masih rapat-rapat, kalau ini (sikap politik) disepakati, ya ada, kalau enggak ya nggak, jadi saya enggak bisa pastikan," katanya.
Aksi 212 pertama kali digelar pada 2016 sebagai bagian dari Aksi Bela Islam berjilid-jiid di tahun itu. Aksi dipicu oleh pernyataan Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok saat itu. Gubernur DKI Jakarta yang kembali mencalonkan diri di Pilgub DKI tersebut menyitir salah satu ayat di surat Al Maidah.
Belakangan Ahok terbukti melakukan penodaan agama karena pernyataannya sehingga dipenjara dua tahun. Saat ini ia masih menjalani hukuman penjara sejak Mei 2017 lalu.
Lihat juga:FPI Serukan Pemulangan Rizieq Shihab |