"Pertama saya sampaikan, kita siaga satu yah urusan hujan ini. Tim sudah siaga 24 jam, termasuk yang longsor," kata Ridwan usai memimpin Rapim di Gedung Sate Bandung, Senin (12/11) dikutip dari Antara.
Emil, sapaan akrab Ridwan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, terlebih hujan terus mengguyur wilayah Jabar pada beberapa hari terakhir ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Personel siaga 753 personel Polda Jabar dan masing-masing polres 166 personel. Sebarannya semua titik yang terkena dampak bencana," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Bandung, Selasa (13/11).
[Gambas:Twitter]
"Kalau ada yang menghambat arus lalu lintas, nanti dari Direktorat Lalu Lintas atau satlantas yang bertugas melakukan rekayasa jalan dan berkoordinasi dengan (dinas) pekerjaan umum untuk evakuasi agar jalan bisa dilalui," kata Trunoyudo.
Diketahui, pekan lalu sejumlah daerah di Jabar dilanda bencana. Misalnya, banjir bandang di Tasikmalaya; banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung; banjir di Pangandaran; longsor di kawasan Gentong, Tasikmalaya; dan longsor di kawasan Naringgul, Cianjur.
"Jadi 60 persen bencana hidrologis di Indonesia itu ada di Jabar. Ada dan tidak ada manusia sampai sekarang bencana terjadi. Ada air meluap, longsor dan lain-lain," kata Emil.
(arh/gil)