"Kita belum bisa memastikan itu. Ya itu bagian dari metode induktif yang akan kita lakukan. Artinya bahwa tersangka ini jumlahnya berapa. Kita belum bisa memprediksi, belum ada keterangan-keterangan atau petunjuk," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Raby (14/11).
Dari 12 saksi yang sudah diperiksa, dua di antaranya sudah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. Argo mengatakan saksi-saksi yang dimintai keterangan adalah keluarga korban dan orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan terhadap satu keluarga terjadi di Bekasi, Selasa dini hari. Korban yang meninggal dunia yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Marselinus Gual) |
Pada pagi hari sebelum berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB, saksi melihat korban belum bangun. Saksi pun curiga dan membuka jendela.
"Saksi melihat banyak korban dan sudah tergeletak serta terdapat darah. Saksi memanggil saksi lainnya untuk melihat jendela. Mereka melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT dan Polsek Pondok Gede," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing.
Selain itu polisi tidak ditemukan barang berharga lain yang hilang. Barang-barang seperti kalung dan uang masih berada pada tempatnya. (dhf/wis)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)