"Sejak ke Arab Saudi dalam waktu yang lama dan dicitrakan berkasus hukum, pengaruh Habib Rizieq Shihab berkurang signifikan," ucap peneliti Ikrama Masloman di kantor LSI Denny JA, Jakarta timur, Rabu (14(11).
Hasil survei membagi tiga segmen untuk melihat pengaruh Rizieq Shihab di mata masyarakat. Ketiga segmen tersebut antara lain tingkat pengenalan, tingkat kesukaan, dan mengikuti imbauannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di segmen tingkat kesukaan, masyarakat yang suka dengan Rizieq menurun, yakni 67,3 persen pada Desember 2016, menjadi 52,9 persen pada Oktober 2018.
Meski pamornya turun, Rizieq masih termasuk lima besar ulama atau tokoh agama yang berpengaruh. Dia di urutan kelima.
Urutan kedua ditempati Ustaz Arifin Ilham. Masyarakat yang mau mengikuti imbauannya sebanyak 25,9 persen, mereka yang pernah mendengar 41,2 persen, dan kalangan yang menyukai Arifin 84,4 persen.
Ustaz Yusuf Mansur di posisi ketiga. Masyarakat yang mau mengikuti imbauannya sebanyak 24,9 persen, pernah mendengar 57,2 persen, dan yang menyukai Yusuf Mansur sebanyak 84,9 persen.
Hasil survei LSI Denny JA bertajuk Ulama dan Efek Elektoralnya dilakukan 10-19 Oktober dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.
Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner terhadap responden yang terpilih melalui metode multistage random sampling.
"Dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,8 persen. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA, " tutur Ikrama. (bmw/wis)