Ia mengatakan Prabowo dan Sandi menjanjikan elektabilitas 55-60 persen bagi para parpol pengusung.
"Dari angka tersebut, Gerindra 25 persen, Demokrat 15 persen, PAN 8-10 persen, dan PKS 7-10 persen," ujar Andi Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengaturan kampanye juga belum dilakukan dalam satu juklak yang jelas. Demokrat belum melihat tanda-tanda itu," ucap Andi.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menjalani rangkaian tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin, 13 Agustus. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Andi lantas membuktikan pernyataannya merujuk dari hasi survei internal partai Demokrat 15-30 Oktober. Survei dilakukan di 80 daerah pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setiap dapil melibatkan 600 responden.
Hasilnya, prediksi perolehan kursi DPR paling banyak diperoleh Gerindra. Jauh melampaui parpol pengusung Prabowo-Sandi lainnya.
"PAN dan PKS zona merah. Ini yang kita sebut hanya menguntungkan Gerindra," tutur Andi.
Merujuk dari hasil survei tersebut, Andi berharap Prabowo dan Sandi berupaya untuk merealisasikan janjinya untuk turut berjuang meningkatkan elektabilitas parpol pengusung.
Prabowo bersama para pimpinan parpol koalisi pengusungnya. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Andi mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono bersedia hadir dalam rapat.
Dia juga mengatakan sikap Demokrat selama ini bukan berarti merongrong Prabowo-Sandi dari dalam. Hal itu justru untuk kepentingan parpol pengusung lainnya.
(bmw/arh)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menjalani rangkaian tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin, 13 Agustus. (
Prabowo bersama para pimpinan parpol koalisi pengusungnya. (