Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengungkapkan selama ini ajakan berkonsolidasi baru dilakukan secara nonformal melalui sambungan telepon.
"Ini kan koalisi yang harus dibangun secara fondasi baik dan formal. Harus ada undangan secara tertulis, bagaimana mekanisme, bagaimana porsinya, bagaimana duduknya, bagaimana posisinya, sehingga jelas," kata dia, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana pelibatan saksi, sampai seluruh TPS [Tempat Pemungutan Suara], banyak sekali yang harus dipikirkan, bukan sekadar jalan-jalan keliling dan turun," ujar Putu.
"Pak SBY pun mengungkapkan beliau bersedia jadi jurkam itu sepenuh hati. Kader kami pun sama, di seluruh Indonesia," kata dia.
Apalagi, Putu mengatakan Demokrat juga telah menyerap aspirasi masyarakat di berbagai daerah. Jika dilakukan koordinasi dan pelibatan yang komprehensif, lanjut dia, seharusnya bisa menjadi modal untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi.
Untuk itu, Juru Bicara Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ini mengingatkan konsolidasi dan koordinasi secara komprehensif harus segera dilakukan karena waktu yang terus berjalan dan tinggal menyisakan empat bulan menjelang pemilihan.
"Kami berharap segera, disegerakan. Ini waktu sudah bergulir terus, berjalan terus, kira-kira sisa berapa, lima bulan lagi, empat bulan malah. Coba dipikirkan, dan kita lihat surveinya masih jauh," ujar Putu.
(swo/arh)