Menurut dia, sikap itu menunjukkan PSI tak mengerti persoalan Perda Syariah. Dia pun menyarankan agar PSI lolos terlebih dulu di pemilu legislatif ketimbang banyak bicara.
"PSI belum paham apa-apa tentang Perda Syariah. Dia [PSI] belum apa-apa, jadi dia harus berusaha masuk DPR dulu, mengerti dulu," ujar Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya orang Islam menambah Demi Allah saya bersumpah kayak begitu yang diambil dari ayat-ayat suci dan sebagainya, itu bisa jadi Perda Syariah untuk menanggulangi peristiwa pidana korupsi apa masalahnya," kata dia.
"Sebab PSI ini banyak sekali ngomong yang tidak benar. Dia tidak paham sebenarnya apa masalah, isunya apa. Jadi dia tidak paham apa yang dia katakan," ujarnya.
"(Lolos parlemen) ya berat lah," kata Politikus PKS ini.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan partainya tidak akan pernah mendukung peraturan daerah yang berlandaskan agama. Hal itu, kata Grace, menjadi salah satu dari tiga misi yang yang akan dijalankan anggota legislatif dari PSI jika dipercaya duduk di parlemen.
"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," ujar Grace dalam sambutan yang ia sampaikan untuk peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) malam.
Dua misi lain adalah menjaga para pemimpin baik di tingkat nasional maupun lokal dari gangguan politisi hitam, serta menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen.