Hingga Jumat (16/11) Kamaruddin masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro, Sigli.
Kepada CNNIndonesia.com Kamaruddin menceritakan kejadian nahas yang dialaminya. Dia menceritakan, tiba-tiba seekor induk gajah besar yang sedang bersama anaknya muncul dari semak-semak dan menyeruduk Kamaruddin sehingga ia terjatuh. Selanjutnya sang anak gajah juga ikut menyerang dengan menginjak di bagian sekitar rusuk Kamaruddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta ampun tiga kali," ujar Kamaruddin.
Lihat juga:VIDEO: 'Dumbo' Terbang di Trailer Perdana |
Tim medis yang menangani Kamaruddin mengatakan sedang menunggu perkembangan kondisi korban untuk menentukan apakah perlu dilakukan operasi.
"Itu kondisinya patah tulang klavikula sebelah kanan. Kondisi sedang dalam perawatan sama dokter slesialis ortopedi," ujar dr Dwi, Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Teungku Chik Ditiro.
Konflik antara gajah dan manusia kian marak di Aceh. Sejak satu bulan terakhir sejumlah kasus masuknya kawanan gajah liar ke permukiman warga terjadi secara terus-menerus di beberapa kabupaten. Di antaranya Kabupaten Aceh Timur, Pidie, Aceh Besar hingga Aceh Jaya.
Kepala Pusat Kajian Satwa Liar Universitas Syiah Kuala, Wahdi Azmi yang diwawancarai CNN Indonesia pada Jumat (9/11) mengatakan penyebab utama konflik gajah dan manusia di Aceh adalah populasi terbesar gajah justru berada di luar kawasan konservasi.
Lihat juga:Gajah Aceh Ditemukan Mati Tanpa Gading |
Bahkan sebagiannya malah disebut berada di luar kawasan hutan, alias di sekitar areal perkebunan warga. Wahdi mengatakan tak ada solusi lain untuk menangani konflik ini kecuali semua pihak pemangku kepentingan bekerja bersama-sama di bawah satu koordinasi.
"Solusi ke depan kita ingin menjalin sinergi antara manajemen otority BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dengan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) untuk secara aktif mengelola habitat gajah di Aceh," kata Wahdi. (ibn/ain)