Grace mengatakan kalangan perempuan perlu mendukung Jokowi-Ma'ruf karena merupakan sosok pemimpin yang peduli pada kalangan tersebut. Hal ini, katanya, tercermin dari sikap, karakter, dan latar belakang politik yang dimiliki Jokowi.
"Dia datang dari kalangan biasa, bukan ningrat, bukan anak ketua partai, tidak punya darah biru politik, tapi pakai politik yang tujuannya baik," ucap Grace di Jokowi Centre di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sampai politik 'sontoloyo' dan 'genderuwo' yang menang, maka korban pertamanya adalah perempuan dengan adanya diskriminasi dan dominasifikasi. Padahal kami berjuang ratusan tahun untuk memerangi hal itu," tekannya.
Bersamaan dengan ajakan Grace, koalisi perempuan bertajuk Pertiwi turut mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf pada hari ini, Sabtu (17/11).
Ketua Umum Pertiwi Putri K. Wardani mengatakan dukungan Pertiwi sejatinya sudah diberikan kepada Jokowi sejak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam. Dukungan itu, sambungnya, juga berlanjut pada pilpres 2014 hingga mantan Wali Kota Solo itu berhasil menjadi RI 1.
Kini, sebagai calon pertahan pilpres 2019, Pertiwi memastikan akan kembali mengalirkan dukungan kepada Jokowi.
"Hari ini kami bersepakat untuk mendeklarasikan dukungan. Kami berkomitmen untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf," ujarnya pada kesempatan yang sama.
"Karena kami percaya tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit sekaligus," imbuhnya.
Putri mengatakan dukungan hingga program kampanye diberikan Pertiwi kepada Jokowi-Ma'ruf karena hasil kerja pemerintah dari Jokowi selama ini sudah terasa, khususnya di bidang pembangunan dan pemberdayaan perempuan.
Di sisi lain, Putri bilang, gerakan ini diperlukan untuk meningkatkan partisipasi suara perempuan dalam pilpres 2019. Data yang miliknya mencatat total suara pemilih perempuan pada pilpres 2019 sekitar 93,1 juta atau sekitar 50,2 persen dari total potensi suara.
"Ini jumlah yang besar dan penuh pengaruh, karena perempuan punya pengaruh ke rumah tangga, anak-anak, lingkungan rumah, kantor, dan lainnya. Untuk itu, langkah perempuan untuk turut mendulang suara itu perlu dilakukan," ujarnya. (uli/mik)