Hal ini ia katakan saat dimintai komentar soal poster 'Raja Jokowi' yang beberapa waktu lalu sempat tersebar di masyarakat.
"Kalau misalnya Presiden Jokowi jadi presiden seumur hidup atau 'Raja', mungkin saya orang pertama yang mundur daripada tim kampanye, karena saya percaya pada demokrasi," ucap Erick di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kami mau itu demokrasi terbuka, contoh Presiden Indonesia hari ini, apakah dari elite? Tidak, di luar elite yang ada di Indonesia. Itu saya rasa bagus," katanya.
"Kami tidak mau demokrasi kebablasan. Karena kalau demokrasi kebablasan, yang kasihan itu rakyat," ungkapnya.
"Saya rasa sistem dari negara itu demokrasi. Pemilihan Presiden itu dibatasi dua kali, jadi saya agak bingung kalau tiba-tiba jadi 'Raja'," jelasnya.
Sebelumnya, Fadli Zon sempat melemparkan cuitan di akun Twitter pribadinya terkait poster 'Raja Jokowi'.
"Apakah ada yang ingin RI menjadi 'kerajaan' sehingga harus membuat poster 'Raja'? Tentu ini bertentangan dengan konstitusi kita ya? Apalagi ini tidak ada nasab/trah keturunan 'Raja'. Inilah bahayanya 'Petruk jadi Raja' #petrukjadiraja," tulis Fadli melalui akun twitternya.
[Gambas:Twitter] (uli/ain)