Hal ini diketahui dari keterangan yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat mengonfirmasi kebenaran Keputusan Kapolri KEP/1797/XI/2018 yang diedarkan lewat Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2947/XI/KEP./2018 yang salinannya diterima wartawan, Sabtu (17/11).
Menurutnya, mutasi Brigjen Tomsi Tohir dari jabatan Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Badan Reserse Kriminal (Karowassidik Bareskrim) Polri ke Kapolda Banten serta pengukuhan Brigjen Ahmad Dofiri sebagai Kapolda DIY ialah dalam rangka peningkatan tipologi dua satuan kepolisan wilayah tingkat provinsi itu dari Tipe B ke Tipe A.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui ada tiga jenis tipe polda yakni Tipe A-K (A+), Tipe A dan Tipe B. Tipe A-K (A+) hanya dimiliki oleh Polda Metro Jaya. Polda Tipe A-K dan A dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat inspektur jenderal, sementara polda Tipe B dipimpin oleh brigjen.
Tito sendiri pernah mengungkapkan alasan menaikkan tipologi sejumlah polda dari Tipe B ke Tipe A adalah tingkat kerawanan daerah yang cukup tinggi dan tidak ingin perwira tinggi (Pati) menumpuk di Mabes Polri.
"Karena kerawanan wilayahnya lain-lain. Kalau naik bintang dua, wakilnya bintang satu untuk mengakomodir supaya jangan banyak di Mabes tapi kita dorong di Polda-Polda," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada 13 September 2016.
Lihat juga:Muhammad Iqbal Resmi Jabat Juru Bicara Polri |
"Ketika beralih status secara perlahan akan menyesuaikan, termasuk komposisi jabatan di masing-masing Polda," ucap Boy di Mabes Polri pada 18 Mei 2016.
(mts/arh)