Angklung's Day di Bandung Pecahkan Rekor Dunia Grup Terbanyak

CNN Indonesia | Minggu, 18/11/2018 15:58 WIB
Acara Angklung's Day di Bandung berhasil memecahkan rekor dunia dengan kategori grup terbanyak yang memainkan angklung secara serentak. Acara Angklung's Day di Bandung berhasil memecahkan rekor dunia dengan kategori grup terbanyak yang memainkan angklung secara serentak. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekurangnya 5.500 pelajar tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), hingga menengah atas (SMA) memecahkan rekor dunia kategori memainkan angklung dengan jumlah grup terbanyak.

Rekor tersebut dicatatkan lembaga rekor dunia versi Record Holders Republic (RHR) dalam acara Angklung's Day di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (18/11).

Kegiatan Hari Angklung Sedunia tersebut, menarik animo luar biasa dari para peserta. Hal itu terbukti dari 170 grup mengikuti kegiatan bermain angklung bersama setelah ditinjau secara langsung oleh RHR. Hal ini menjadi pemecahan rekor pertama kali baik di tingkat nasional maupun dunia.


Acara besutan Keluarga Besar Bumi Siliwangi (Kabumi) UPI Bandung ini merupakan bagian dari peringatan saat angklung dikukuhkan sebagai Kekayaan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Sampai sekarang kegiatan ini telah memasuki tahun pelaksanaan ke-9.

"RHR memberikan penghargaan kepada panitia Angklung Days dari Kabumi UPI yang memainkan angklung sebanyak 170 grup dalam waktu 30 menit," ucap perwakilan RHR, Lia Mutisari saat mengumumkan penghargaan di atas panggung.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, para peserta memainkan angklung sebanyak 10 lagu. Mulai dari medley empat lagu tradisional seperti Alusi Ahu (Sumatera Utara), Peuyeum Bandung (Jawa Barat), Don Dap Dape (Bali) dan Yamko Rambe Yamko (Papua).

Sedangkan enam lagu sisanya berasal dari Benua Afrika, Eropa, Asia, Australia, Amerika serta lagu pamungkas Heal The World karya bintang pop dunia, Michael Jackson.

Kegiatan bermain angklung sendiri dimulai pukul 10.00 WIB. Meski cuaca cukup panas, para siswa dan guru pembimbing tampak bersemangat membawakan musik angklung secara serentak.
Angklung's Day di Bandung Pecahkan Rekor Dunia Grup TerbanyakSiswa-siswi peserta Angklung's Day memainkan angklung secara serentak di Gedung Sate, Bandung. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)

Seusai bermain angklung, panitia lalu mengumumkan penghargaan. Ketua Kabumi Ahmad Ni'amulloh naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan rekor dari RHR.

Setelah itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat penghargaan sebagai pihak pemerintah dalam hal ini mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang mendukung kegiatan Hari Angklung Sedunia berlangsung.

Ditemui di akhir kegiatan, Ahmad Ni'amulloh mengakui untuk mengumpulkan 5.500 peserta, pihaknya melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu.

"Persiapan sendiri hampir lima bulan dan kita membutuhkan massa yang sangat banyak untuk kegiatan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, sebanyak 500 anggota Kabumi juga turut berbartisipasi dalam acara ini. Mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-33.

"Jadi total peserta ada sekitar 6.000 orang. Angklung's Day ke-9 ini adalah peserta dari acara perayaan sebelumnya dan baru. Mereka datang dari berbagai kota dan provinsi seperti Subang, Majalengka, Bogor, Karawang, Jakarta, Kalimantan, bahkan ada grup dari Hiroshima, Jepang," tuturnya.

Pemecahan rekor dunia angklung oleh lembaga rekor dunia RHR juga disambut baik oleh Ridwan Kamil. Namun Ridwan berharap penghargaan ini tidak membuat warga cepat puas.

"Bagi kita bukan soal pecah rekor tidaknya tapi kita sudah bertekad bahwa angklung ini harus mendunia karena sejak 2010 sudah dinyatakan sebagai warisan dunia," ujar pria yang karib disaa Emil itu.
Angklung's Day di Bandung Pecahkan Rekor Dunia Grup TerbanyakGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewakili mewakili Dinas Pariwisata Jabar menerima penghargaan rekor bermain angklung. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)

Mantan Wali Kota Bandung ini menyatakan pihaknya sudah melobi pemerintah pusat agar angklung terus dipopulerkan ke negara-negara lain. Karena menurutnya, saat mendapatkan tugas dinas ke luar negeri, angklung sering menjadi alat diplomasi paling mudah, paling unik dan bisa dimainkan dengan lagu dari masing-masing negara.

"Salah satu yang sudah kami lakukan melobi Bu Menlu RI dan Pak Wapres dalam berbagai kesempatan agar mewajibka setiap kedutaan besar di seluruh dunia punya instrumen angklung," ucapnya.

Selain itu, kata Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menghadirkan angklung dalam berbagai pusat kebudayaan.

"Pusat-pusat kebudayaan akan kita kembangkan sehingga ketika ke Bandung tidak hanya ke Angklung Udjo tapi di tempat lain juga ada. Sesuai dengan visi misi provinsi pariwisata maka instrumen kebudayaan Sunda ini hadir selamanya," katanya.

Ke depan, ia pun berkeinginan agar di Jabar ada kegiatan penanaman bambu yang merupakan bahan utama pembuatan angklung. Sebab, saat ini kondisi bahan baku bambu mulai sulit didapatkan.

"Tadi saya baru tahu (kesulitan mendapatkan bambu), nanti saya perintahkan tanah-tanah di Jawa Barat yang tidak ada fungsi sosial agar ditanami bambu saja yang bambunya bisa dipanen untuk kelestarian budaya lokal. Karena tidak semua bambu bisa dijadikan instrumen musik angklung," kata Emil. (hyg/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK