"Kami fokus pada sepuluh provinsi, kemarin di Jawa Barat, sekarang Jateng," kata Dewan Pengarah JKSN Khofifah Indar Parawansa seperti dikutip dari Antara, Minggu (18/11).
Selain Jawa Barat dan Jawa Tengah, JKSN akan fokus memenangkan pasangan capres nomor urut 1 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi yang sudah menjadi bagian tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf ini adalah penguatannya, bagi yang kemarin masih masuk kategori 'swing voters', mudah-mudahan pilihannya makin kuat," kata dia, yang merupakan Gubernur Jawa Timur terpilih itu.
Sejumlah kiai dan santri mengikuti pembacaan Satu Miliar Sholawat Nariyah dalam rangka Hari Santri, di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/11). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani) |
"JKSN melakukan kegiatan pemenangan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistemik serta terukur," ujarnya pula.
Terpisah, juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, menyebut pihaknya akan menggunakan kaum milenial demi merebut kemenangan setidaknya di 10 provinsi.
"Saya yakin kalau milenial di 10 provinsi itu aktif dan mengajak melakukan perubahan, maka kami yakin Prabowo-Sandi akan menang," kata dia, dalam acara deklarasi Melati Putih Indonesia Milenial, di Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenangan Prabowo-Sandi, Jakarta, Minggu (18/11).
Dia mengatakan suara milenial sangat menentukan kemenangan pada Pemilu 2019, karena jumlahnya sekitar 130 juta jiwa. Dia juga meyakini kalangan milenial saat ini belum menentukan pilihannya. Namun, ia mengklaim milenial mengginginkan pergantian kepemimpinan nasional.
Juru kampanye BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Namun kalau diadu antara Jokowi dengan gerakan #2019GantiPresiden, elektabilitas Jokowi kalah, yaitu 57 persen berbanding 43 persen," klaimnya.
(agt/arh)
Sejumlah kiai dan santri mengikuti pembacaan Satu Miliar Sholawat Nariyah dalam rangka Hari Santri, di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/11). (
Juru kampanye BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. (