Tanah Ambles Akibat Pengerukan Kali Ancol, 21 Warga Mengungsi

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 09:16 WIB
Tanah Ambles Akibat Pengerukan Kali Ancol, 21 Warga Mengungsi Ilustrasi rumah rusak oleh longsor. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak enam kepala keluarga dengan total 21 warga di kawasan bantaran Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara diungsikan setelah rumahnya rusak akibat tanah ambles pascapengerukan sungai, Minggu (18/11).

Camat Pademangan Mumu Mujtahid menyebut warga tersebut kini telah dievakuasi ke tenda pengungsian. Tenda itu dibangun di lapangan yang jaraknya tak terlalu jauh dari permukiman yang ambles.

"Sudah diungsikan di lapangan dan dibuatkan tenda di sana," kata Mumu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/11).



Mumu mengatakan tanah ambles di bantaran sungai yang berdampak pada perumahan warga itu bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.

"Ini yang keempat, sebelumnya juga sudah pernah longsor. Tapi memang tidak ada rumah yang kena. Yang sekarang (longsor) ada rumah yang kena," kata Mumu.

Mumu menerangkan pengerukan sungai itu telah dilakukan sejak pertengahan Oktober lalu. Saat itu, kata Mumu, Dinas Sumber Daya Air melalukan perbaikan dan pengerukan sungai untuk antisipasi banjir. Namun, tak berselang lama terjadi tanah longsor dengan jarak kurang lebih 50 meter dari rumah warga yang saat ini telah ambles.

Tak berselang lama dari kejadian longsor pertama, sebuah pohon asem besar pun, kata Mumu, tiba-tiba tumbang dan menyebabkan longsoran tanah di sekitarnya ke dalam sungai.

"Itu pohon enggak sampai 10 meter jaraknya dari permukiman yang sekarang ambles. Waktu itu memang langsung ada perbaikan, tapi kemudian ada longsor lagi yang kedua kali. Nah, yang kemarin itu akhirnya ada rumah yang kena," kata Mumu.

Untuk saat ini sejumlah alat berat telah disiagakan di sekitar lokasi. Walaupun begitu, Mumu belum bisa memastikan apakah warga yang rumahnya terkena longsor akan diberi penggantian atau tidak karena diduga warga tersebut tinggal bukan di lahan mereka.

"Kemungkinan bukan tanah mereka, karena memang sebelumnya juga sudah ada rencana ditertibkan di sekitar situ pada 2015 lalu, tapi ini mau saya cek lagi," kata dia.

(tst/kid)