Camat Pademangan Mumu Mujtahid menyebut warga tersebut kini telah dievakuasi ke tenda pengungsian. Tenda itu dibangun di lapangan yang jaraknya tak terlalu jauh dari permukiman yang ambles.
"Sudah diungsikan di lapangan dan dibuatkan tenda di sana," kata Mumu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mumu mengatakan tanah ambles di bantaran sungai yang berdampak pada perumahan warga itu bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
"Ini yang keempat, sebelumnya juga sudah pernah longsor. Tapi memang tidak ada rumah yang kena. Yang sekarang (longsor) ada rumah yang kena," kata Mumu.
Tak berselang lama dari kejadian longsor pertama, sebuah pohon asem besar pun, kata Mumu, tiba-tiba tumbang dan menyebabkan longsoran tanah di sekitarnya ke dalam sungai.
"Itu pohon enggak sampai 10 meter jaraknya dari permukiman yang sekarang ambles. Waktu itu memang langsung ada perbaikan, tapi kemudian ada longsor lagi yang kedua kali. Nah, yang kemarin itu akhirnya ada rumah yang kena," kata Mumu.
Untuk saat ini sejumlah alat berat telah disiagakan di sekitar lokasi. Walaupun begitu, Mumu belum bisa memastikan apakah warga yang rumahnya terkena longsor akan diberi penggantian atau tidak karena diduga warga tersebut tinggal bukan di lahan mereka.
"Kemungkinan bukan tanah mereka, karena memang sebelumnya juga sudah ada rencana ditertibkan di sekitar situ pada 2015 lalu, tapi ini mau saya cek lagi," kata dia.