Jasad Dufi yang Tewas dalam Drum Dipenuhi Luka Sayat

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 14:42 WIB
Jasad Dufi yang Tewas dalam Drum Dipenuhi Luka Sayat Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istockphoto/fergregory)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tubuh eks jurnalis Abdullah Fithri Setiawan (43) ditemukan tidak bernyawa di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11) pagi.

Bercak darah mengotori baju putih yang ia kenakan. Dufi, sapaannya, diduga telah menjadi korban pembunuhan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyatakan dari hasil autopsi terdapat sejumlah luka sayat di tubuh Dufi.


"(Luka sayat) Ada di bagian leher dan ada beberapa bagian tubuh terkena senjata tajam," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/11).

Luka di sekujur tubuh Dufi, ditengarai menjadi salah satu penyebab Dufi meninggal dunia. Dedi juga mengatakan bahwa terdapat bekas dianiaya sebelum Dufi meninggal dunia.

"Salah satu penyebab kematian korban karena ada luka terbuka kekerasan kepada korban," jelas dia.

Luka sayat di tubuh Dufi juga terdapat di bagian depan tubuhnya dan di bagian belakang ada pula semacam bekas benda tumpul di tubuh Dufi. Polisi masih intens mencari penyebab kematian Dufi.

"Nanti dari hasil autopsi ya. Hasil autopsi salah satu penyebab kematiannya adalah luka. Meninggalnya berapa jam nanti akan diassasment dari organ tubuhnya berapa jam dia meninggal," ungkap Dedi.

Kepolisian dari Polda Jabar dan Polres Bogor sudah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini. Polisi masih mengidentifikasi apakah pembunuhan dilakukan berencana atau memang dalam keadaan spontan.

Polisi masih mengumpulkan bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berencana memeriksa sejumlah saksi.

"Kalau ini kan dilakban, dimasukan ke dalam drum faktanya. Kemudian dibuang di tempat terpencil, meskipun di kawasan industri tapi jauh dari kalangan masyarakat," terang Dedi.

"Apakah dendam apakah pembunuhan mungkin ada unsur perencanaannya, karena kita belum tahu lokasi dieksekusinya di mana. Yang kita ketahui di lokasi terakhir tempat korban dibuang," lanjut dia.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri, Kombes Pol Edi Purnomo menyatakan bahwa korban tewas yang ditemukan di dalam drum dalam kondisi penuh dengan darah di pakaian dan beberapa luka bekas senjata tajam.
"Untuk sementara adanya luka karena senjata tajam dibagian leher dan punggung," kata Edi seperti diberitakan dari CNN Indonesia TV, Senin (19/11)

Dufi ditemukan tewas di dalam drum plastik warna biru oleh pemulung. Saat itu jasad Dufi ditemukan tewas tanpa identitas. Ia diketahui mengenakan kaos putih yang telah dipenuhi bercak darah.

Polisi lalu melakukan olah TKP dan membawa mayat tersebut ke Pusdokkes RS Bhayangkara R Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, untuk diidentifikasi dan autopsi. Di situlah, kata Bimantoro, identitas mayat tersebut terungkap.

Dari informasi yang didapatkan kemudian diketahui Dufi yang merupakan kelahiran 1975 itu pernah berkarier sebagai wartawan di Rakyat Merdeka dan Berita Satu. (ctr/gil)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA