Titiek merupakan putri Soeharto, pemimpin rezim Orde Baru. Dia kini turut menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
Muzani mengatakan yang nantinya dilakukan oleh calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jika terpilih adalah membawa semangat swasembada yang pernah terjadi di zaman Soeharto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semangat bagaimana kita memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri, baik pangan dalam arti konvensional, seperti padi ataupun lainnya," ujarnya menambahkan.
Menurut Muzani, berbagai upaya yang dilakukan Soeharto adalah melakukan program cetak sawah, membangun waduk di sejumlah daerah, ekstensifikasi dan intensifikasi, hingga pembangunan pabrik pupuk yang cukup besar.
"Sampai kemudian Indonesia dinyatakan swasembada pangan. Swasembada pangan itu artinya, jumlah produksi pangan yang dihasilkan oleh Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri," tuturnya.
"Ini kemudian, orientasi ini yang kemudian akan diubah, bagaimana orientasinya kepada peningkatan produksi dalam negeri di bidang pangan," kata dia.
"Sehingga ketergantungan kita kepada impor yang bisa menguras devisa dan akan mengganggu neraca pembayaran itu bisa teratasi, kira-kira itu semangatnya," ujar Muzani melanjutkan.
Bukan Kembali ke Zaman Orba
Muzani membantah Prabowo-Sandi akan mengembalikan gaya kepemimpinan zaman Orde Baru jika terpilih. Menurutnya, setiap era presiden mulai dari Sukarno sampai yang terakhir Presiden Joko Widodo memiliki kelebihan maupun kekurangan.
Muzani menyebut salah satu hal baik yang terus digelorakan sampai hari ini adalah semangat Trisakti Bung Karno, presiden pertama Indonesia. Menurut dia, semangat Trisakti ini yang juga akan diwujudkan oleh Prabowo-Sandi.
"Pak Prabowo beberapa kali ingin menghidupkan suasana Trisakti sebagai sebuah semangat," ujarnya (fra/wis)