Lena menyebut Sandi tidak terbiasa berkunjung ke pasar sebelum berpolitik. Alhasil Sandi dia nilai berlebihan menanggapi harga kebutuhan pokok.
"Saya menganggapnya bukan saja genderuwo [menakut-nakuti], tapi mendramatisasi sesuatu yang kemungkinan beliau tidak paham karena selama ini memang hidupnya tidak terjun ke pasar tradisional," ucap Lena saat ditemui di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lena menilai tingkah laku Sandi bukan kritik yang membangun. Melainkan hanya membuat ketakutan di masyarakat yang merugikan pasar, khususnya para pedagang yang bisa saja kehilangan pelanggannya.
Sebelumnya, Sandi sering blusukan ke pasar-pasar tradisional di berbagai daerah Indonesia untik berkampanye. Ia sempat beberapa kali melontarkan pernyataan yang dianggap nyeleneh.
Misalnya ia menyebut sekarang harga tempe mahal, hanya bisa membeli tempe tipis seukuran kartu ATM. Lalu ia menyebut lebih murah makan siang di Singapura ketimbang di Indonesia sebagai perwujudan melambungnya harga.