Meski begitu, Saefullah mengklaim angka tersebut lebih rendah jika dibanding dengan besaran silpa di tahun 2017 lalu.
"Sudah dihitungkan, silpa itu sekitar Rp12,1 triliun, kalau tahun lalu Rp13,1 triliun, jadi lebih baik," kata Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai silpa tersebut diketahui meningkat sebesar Rp4,4 triliun jika dibandingkan dengan asumsi yang sempat dibuat oleh Pemprov DKI saat melakukan pembahasan APBD Perubahan 2018 beberapa waktu lalu. Saat itu, Pemprov DKI memprediksi silpa sebesar Rp7,7 triliun.
Namun, Saefullah tak menjelaskan apa dasar atau alasan mengapa silpa tersebut mengalami kenaikan.
Dengan perhitungan silpa sebesar Rp12,1 triliun tersebut, maka penyerapan anggaran Pemprov DKI ditargetkan sebesar 83 persen. Target itu, diketahui sedikit lebih tinggi dibanding penyerapan anggaran tahun lalu yang sebesar 82,56 persen.
Namun, dilansir dari situs resmi dashboard-bpkd.jakarta.go.id, APBD 2018 DKI anggaran yang terserap sampai 13 November baru mencapai 55,38 persen.
Kendati demikian, Saefullah mengaku optimis penyerapan anggaran bisa mencapai target yakni sebesar Rp83 persen. Hal itu didasari ada sejumlah proyek yang pembayarannya baru akan dilunasi pada akhir tahun ini. (dis/eks)