Sebelumnya, Amien menyebut hendak menjewer Haedar karena membebaskan warga Muhammadiyah memilih dalam Pilpres 2019. Baginya, Muhammadiyah harus berpihak karena kursi presiden cuma satu, tak seperti parpol.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Airlangga Pribadi mengakui suara Amien Rais bisa dipahami sebagai suara segelintir kalangan elite Muhammadiyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Amien tak semestinya mengutarakan ultimatum tersebut di depan publik karena Muhammadiyah selama ini dikenal terbiasa dengan perbedaan.
Direktur LIMA Ray Rangkuti (tengah), di kawasan Jl. Sabang, Jakarta, Jumat (6/2). (CNNIndonesia/Abraham Utama) |
"Sehingga posisi imparsialitas dan posisi bebas tapi kemudian juga aktif mengajak dialog kepada seluruh kandidat presiden itu adalah posisi yang harus dipahami sebagai konteks menyelematkan Muhammadiyah," kata dia.
Senada, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai ucapan Amien Rais itu tidak patut jadi konsumsi publik.
Dalam konteks lain, ucapan Amien soal jewer menjewer itu juga dinilai mengganggu martabat Haedar sebagai Ketua Umum Muhammadiyah.
"Kalau memang dimaksud dari awal itu pernyataan Amien pernyataan publik saya pikir pernyataan itu tidak patut, karena bagaimanapun seolah-olah membuat wibawa nama Pak Haedar berkurang di mata masyarakat," paparnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir (tengah). CNN Indonesia/Christie Stefanie |
Sebelumnya, menjawab pernyataan Amien, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa organisasinya tidak akan pernah bisa ditekan oleh pihak manapun, terutama terkait sikap politik dalam Pilpres 2019.
"Tidak ada tekanan dari pihak manapun terhadap Muhammadiyah. Selain itu, Muhammadiyah juga tidak akan bisa ditekan-tekan oleh siapapun, dari manapun, dengan cara apapun," tegas Mu'ti kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/11).
(frd/sah)
Direktur LIMA Ray Rangkuti (tengah), di kawasan Jl. Sabang, Jakarta, Jumat (6/2). (
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir (tengah).