"Mereka mau mencoba kembali menggunakan seolah-olah di zaman Pak Harto itu semua serba enak dan itu kampanye, kampanye untuk menghapuskan kekelaman masa lalu di zamannya Pak Harto itu," kata Ray di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/11).
Dia berpendapat menggaungkan keberhasilan Orde Baru hanya berdampak positif bagi keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibaca dalam konteks keluarganya Pak Harto, ini justru menurut saya keuntungan yang mereka mau capai dari pilpres ini," kata Ray.
Dia menilai isu ini justru kontra-produktif bagi kubu Prabowo. Sebab sebagian besar masyarakat tidak setuju apabila Indonesia kembali ke masa Orde Baru.
Ray menilai isu kembali ke Orde Baru tidak akan menaikkan elektabilitas Prabowo. Isu ini hanya menarget kalangan keluarga, namun justru menjauhkan dari generasi milenial.
"Kalau bagi Pak Prabowo ini antiklimaks. Kontraproduktif. Mereka nyasarnya kelompok milenial malah isunya orde baru," katanya.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto melalui akun Twitter berharap Indonesia kembali seperti era kepemimpinan Soeharto yang dianggap sukses dengan swasembada pangan.
"Sudah cukup... Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia," demikian kicauan Titiek lewat akun media sosial Twitter @TitiekSoeharto yang diunggah pada Rabu, 14 November 2018.
Menanggapi pernyataan Titiek Soeharto, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah sebelumnya juga telah mengingatkan semangat yang dibawa di era reformasi.
"Era reformasi lahir dan berjalan sampai sekarang sebagai antitesa dari kritik terhadap penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan di bawah Pak Harto selama 32 tahun yang menjalankan prinsip-prinsip kekuasaan secara otoritarian," kata Basarah di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (17/11). (sah/pmg)
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)